Konsultan, Training & Sertifikat ISO
November, 2013
June, 2014
July, 2014
Artikel
RSS
Perubahan ISO 9001:2008 ke ISO 9001:2015 (DIS)
7/24/2014 12:57:54 AM
ISO 9001:2008 di tahun ini 2014 akan mengalami perubahan, perubahan ini karena memang setiap 5 tahun seharusnya standard ISO 9001 ini di update dan disesuaikan dengan perubahan Qulity Management, Perubahan Bisnis, Perubahan Tuntutan customer dll,  
 
untuk ISO 9001:2015 (DIS) ini akan menggunakan HLS (High Level Structure) yang terdiri dari 10 klausal, structure ini juga akan dipakai untuk Sistem Manajemen yang lain (ISO 14001:2014,dll).
dan struktur HLS tersebut adalah sbb:
Sertifikasi ISO 9001:2015
Struktur yang baru ini nantinya akan memudahkan organisasi/ perusahaan dalam melakukan integrasi sisitem manajemen (mutu, Lingkungan, K3, dsb)
aspek Term and Devinition akan lebih lengkap, karena berbeda dengan versi pendahulunya yang memisahkan term and definistion di ISO 9000, untuk versi ISO 9001:2015 (DIS) ini semua definisi akan dimasukan dalam standard ISO 9001:205, hal ini untuk lebih memudahkan organisasi dalam memahami standard.
 
ada 8 point perubahan utama dari ISO 9001:2008 ke ISO 9001:2015 (DIS) yaitu sbb:
 
 
 
 
 
 

1. Structure dan Terminology, beberapa perubahan terminology di ISO 9001:2015 (DIS ) ini adalah sbb:
·         Product à Product and Services
·         Exlusion à Tidak digunakan (Lihat annex A.4 untuk klarifikasi)
·         Documentation, record à Documented Information
·         Work Environment à Environment for the operation of process
·         Purchase Product à Externally provided product and services
·         Supplier à external Provider
 
2. Product à Product and Services
setiap kata product di dalam ISO 9001:205 (DIS) akan selalu diikuti dengan kata-kata services, hal ini semakin menegaskan bahwa ISO 9001 bukan hanya untuk perusahaan manufacture tapi juga jasa, sekaligus melihat perkembangan bisnis dewasa ini yang menunjukan bahwa produk tetap harus didukung oleh jasa pendukung yang baik.
3. Context of The Organisation
Organisasi bukan tidak hanya memperhatikan kebutuhan dan persyaratan customer tapi juga harus memperhatikan kebutuhan dan keinginan “interest party”, dan ini sebagai salah satu landasan dalam membangun sisitem manajemen mutu di dalam organisasi.
 
4. Documented  Information ( Documentation, record à Documented Information)
Istilah Dokumentasi dan record /catatan berubah menjadi informasi yang terdokumentasi, tidak ada prosedur wajib seperti yang diminta oleh ISO 9001:2008, standard ini lebih menekankan kepada  informasi yang terdokumentasi (baik berupa IK, STD, Video, Foto, catatan, dsb)
5. Risk Based  Approach
yang sangat baru di sisitem manajemen mutu ISO 9001:2015 (DIS)  ini adalah pendekatan Resiko  terhadap  kegiatan di dalam organisasi, setiap proses di dalam organisasi harus mempertimbangkan aspek resiko, walaupun ketentuan atau metode untuk penghitungan resiko diserahkan kepada organisasi masing masing.
 6. SCOPE and Aplicability
 Tidak ada spesifik klausal yang bisa di exclude, apabila proses tidak dilakukan oleh organisasi maka proses tersebut boleh tidak dilakukan dengan catatan bahwa tidak akan mempengaruhi kualitas produk/jasa yang diberikan.
 
7. Organization Knowledge
Organisasi harus membuat “knowledge management” yang menjamin bahwa “knowledge” yang dipunyai oleh organisasi tetap di manage dengan baik, sehingga bisa dimanfaatkan sampai kapanpun, hal ini tentu tetap harus disesuaikan dengan besar/kecilnya dan resiko di dalam organisasi
8. Control of externally provided product & services
·         Purchase Product à Externally provided product and services
Pembelian product di ISO 9001:2008 bisa dikecualikan namun pada ISO 9001:2015 (DIS) ini tidak dapat dikecualikan karena pergantian istilah dari barang yang dibeli menjadi barang / jasa yang disediakan oleh pihak luar (HO, Group,dll)
·         Supplier à external Provider
Istilah Supplier diganti dengan Provider Eksternal seperti yang dijelaskan terkait dengan pembelian produk diatas bahwa penyedia barang/jasa tidak harus supplier tapi bisa juga group atau kantor pusat, dll.
 
demikian sekilas penjelasan mengenai perubahan ISO 9001:2008 ke ISO 9001:2015 (DIS), untuk seminar mengenai perubahan ISO 9001:2008 ke ISO 9001:2015, dapat menghubungi kami di www.konsultant-iso.com, HP : 0812 10 9 10 329, email budi_wibowo_bb@yahoo.com
semoga bermanfaat..
 
 
salam hangat
budi wibowo
Sertifikasi ISO 9001 14001 OHSAS 18001 MLC
7/24/2014 12:52:35 AM
1. Sertifikasi ISO 9001, 14001, OHSAS 18001, MLC, dll,
Perusahaan atau organisasi yang akan melakukan sertifikasi ISO adalah perusahaan yang sudah mapan dan ingin meningkatkan produktivitas, efisiensi perusahaan sekaligus meningkatkan image perusahaan karena pada dasaranya bahwa perusahaan yang mendapatkan sertifikasi ISO tersebut mendapat pengakuan secara internasional bahwa perusahaan tersebut telah sesuai dengan persyaratan atau ketentuan terkait dengan sertifikasi ISO yang diambil,
1.1 Sertifikasi ISO 9001
misalnya saja perusahaan mensertifikasi ISO 9001 ini berati bahwa perusahaan tersebut telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan terkait dengan sisitem manajemen mutu perusahaan, artinya semua proses didalam perusahaan tersebut telah dikendalikan sehingga menjamin kualitas barang / jasa yang di produksinya, dengan diraihnya sertifikasi ISO 9001 ini maka pihak ketiga/ badan sertifikasi ISO memberikan sertifikasi yang menyatakan bahwa perusahaan itu menjalankan kaidah-kaidah ISO sehingga layak memperoleh sertifikasi ISO 9001 tersebut, cukup dengan menunjukan sertifikasi ISO 9001 tersebut maka perusahaan yang menjadi partner bisnisnya sudah cukup memahami makna dari sertifikasi ISO tersebut.
 
1.2 Sertifikasi ISO 14001
sertifikasi ISO 14001, ini menunjukan bahwa semua proses kerja dari perusahaan tersebut telah memenuhi kaidah kaidah yang dipersyaratkan oleh Sistem Manajemen Lingkungan, yang salah satu syaratnya adalah telah memenuhi semua regulasi atau undang –undang terkait lingkungan yang dikeluarkan oleh pemerintah (kementrian, perda, dsb), jadi ketika perusahaan sudah mendapatkan sertifikasi ISO 14001, maka partner bisnis, masyarakat, pemerintah sudah paham bahwa perusahaan tersebut sangat memperhatikan aspek dan dampak kegiatan usahanya terhadap lingkungan.
 
1.3 Sertifikasi OHSAS 18001
Sertifikasi OHSAS 18001, atau sistem manajemen keselamatan kerja , menunjukan bahwa perusahaan tersebut memperhatikan spek aspek keselamatan kerja bagi karyawannya, segala potensi resiko dan bahaya telah diidentifigasi, tindakan mitigasi telah dibuat untuk mecegah berbagai resiko dan bahaya di dalam perusahaan selain itu perusahaan juga sudah memenuhi peraturan terkait dengan keselamatan dan kesehatan kerja, dengan sertifikasi iso 18001 ini, maka masyarakat, rekan bisnis, pemerintah, dll mengetahui bahwa perusahaan tersebut sangat memperhatikan aspek keselamatan kerja di dalam lingkungan perusahaan.
 
1.4 Sertifikasi MLC
Sertifiksi MLC lebih menunjukan bahwa organisasi tersebut telah memenuhi standard pelayaran internasional dan sangat memperhatikan hak-hak pelaut, sehingga kesejahteraan dan keselamatannya terjamin, dan dipastikan di dalam kontrak kerja mereka, termasuk di dalamnya adalah diatur mengenai, asuransi, akses informasi, keselamatan kerja, dll.
 
 
1.5. Memilih badan sertifikasi ISO
Terkadang sulit sekali bagi perusahaan untuk menentukan badan sertifikasi mana yang tepat bagi organisasinya, hal ini terkadang menjadi dilemma yang tidak kunjung selesai, atau bahkan organisasi menyerahkan saja kepada konsultan mereka,
ketika memilih badan sertifikasi ISO perlu di perhatikan aspek-aspek sebagai berikut.
vAkreditasi badan sertifikasi, darimanakah akreditasi badan sertifikasi itu berasal, (UKAS, JAZ-ANZ, dll) dan pastikan bahwa benar badan sertifikasi tersebut terdaftar pada badan akreditasinya.
vKemudahan akses informasi, badan sertifikasi tersebut mudah dihubungi, dan anda bebas menanyakan berbagai hal terkait dengan proses sertifikasi iso yang sedang berproses di perusaaan anda, mereka cepat menanggapi berbagai pertanyaan/ advise dari anda untuk kelancaran proses sertifikasi ISO.
vMempunyai Auditor yang berpengalaman menangani bisnis yang terkait dengan usaha anda, dengan demikian anda akan mendapat banyak bnefit dari advise sang auditor berdasarkan pengalaman kerjanya.
vsebenarnya ada beberapa benefit yang bisa didapatkan dari negosiasi dengan badan sertifikasi ini, yang seharusnya bisa didapatkan oleh perusahaan, namun karena kurangnya pemahaman mengenai hal ini, terkadang perusahaan tidak mendapatkan benefit tersebut,
vuntuk proses negosiasi dengan badan sertifikasi anda bisa meminta bantuan konsultan iso agar anda mendapatkan benefit yang maksimal.
 
Namun semua itu kembali berpulang ke organisasi/ perusahaan masing masing apakah mau menerapkan semua system manajemen dengan baik dan benar sehingga sertifikat ISO yang di dapat benar benar membuktikan kehandalan perusahaan dalam aspek manajemen mutu, lingkungan atau keselamatan dan kesehatan kerja, atau hanya selembar kertas keterangan yang seolah olah menunjukan bahwa perusahaan telah memenuhi persyaratan ISO sesuai sertifikasi ISO yang diraih,
atau minimal anda mendapatkan sertifikasi ISO dan terus berusaha memenuhi kaidah kaidah yang dipersyaratkan oleh sisitem manajemen mutu, lingkungan atau K3 tersebut,,,,,
semoga bermanfaat
konsultasi , Training dan pengurusan Sertifikasi ISO silahkan hubungi kami konsultan ISO
di HP 0812 10 9 10 329, email budi_wibowo_bb@yahoo.com
 
 
Kunci Penerapan System Manajemen (ISO 9001, 14001, OHSAS 18001, dll)
6/27/2014 2:47:39 AM
Menerapkan suatu sisitem manajemen di dalam suatu perusahaan adalah pekerjaan yang tidak mudah, meskipun kadang perusahaan telah banyak mengeluarkan biaya, waktu dan tenaga namun nyatanya system manajemen ini belum juga mendatangkan manfaat bagi perusahaan itu sendiri bahkan sering kali system yang dibangun mempersulit proses internal dengan persyaratan birokrasi yang berbelit.
bagaimana agar system yang dibangun itu bisa dipetik manfaatnya ?? ada beberapa kunci yang bisa di jalankan agar system manajemen yang diterapkan berjalan effektif.
1. Proses design system dengan benar :
ya,, sepertinya mudah membuat system berbasis ISO 9001, 14001, OHSAS 18001 , dsb, namun apakah system yang dibangun tersebut benar seperti yang dibutuhkan perusahaan dan sesuai dengan ISO ??
terkadang banyak sekali perusahaan yang mendesign system ini berdasarkan ,
a. Copy dari perusahaan lain
syah syah saja dilakukan namun apa jadinya bila semua yang dilakukan oleh perusahaan lain, kita lakukan saja, atas nama permintaan ISO, rasanya ISO tidak pernah meminta anda untuk meng Copy Persis apa yang dilakukan oleh Perusahaan lain, pada dasarnya ISO requirement itu sama tapi penerapanya pasti berbeda di setiap perusahaan, sebelum membuat suatu dokumen mengenai proses pekerjaan, ada pertanyaan mendasar yang perlu di jawab, mengapa kita harus membuat ini ?? apakah ini harus dilakukan ?? apa manfaat dari proses yang akan kita dokumentasikan ini ? kalau jawabnya memang harus dibuat dan dibutuhkan, Go A Head……
b. Membuat sendiri sebisanya
Beberapa perusahaan membuat dokumen ISO berdasarkan pemahaman mereka sendiri , semua proses di perusahaan dibuatkan dokumen, satu proses dibuat sangat lengkap, ada prosedurnya, Instruksi kerjanya, Policynya, dll, yang terkadang isi dari document tersebut saling tumpang tindih, atau bersisi hal hal yang tidak terlalu terkait dengan prose situ sendiri, wal hasil dokumen yang dibuat begitu banyak namun tidak tahu sebenarnya mana yang dijadikan acuan, atau lebih parahnya semua dokumen tidak bisa dipakai sebagai acuan, kalau sudah seperti ini pasti dokumen yang dibuat tidak akan dijadikan pegangan dalam menjalankan proses.
 
 design system sebaiknya dimuali dengan membuat flow business perusahaan, setelah itu baru tentukan area yang critical dan harus dibuatkan dokumen, setelah itu di kompire dengan requirement dari ISO, sehingga semua dokumen yang dibuat pasti ada tujuannya dan sekaligus sesuai dengan persyaratan (requirement dari ISO), di dalam pembuatan dokumen ini jangan terjebak dengan istilah semakin banyak semakin bagus…..
 
2. Kesamaan Pandangan
Penting dalam menjalankan sistem ini untuk menyamakan presepsi, pemahaman dan cara pandang semua orang/ departemen terhadap sisitem ini, niatnya adalah untuk menjalankan proses dengan benar dan konsiten, tidak ada unsur saling menyalahkan disini karena tujuannya adalah perbaikan proses yang terus menerus, maka pemahaman setiap departemen / karyawan terhadap system manajemen ini harus sama bagaimana agar pemahamannya sama, training yang memadai mengenai ISO ini kepada semua karyawan di perusahaan sesuai dengan kapasitasnya, jangan sampai training hanya sebatas spv, ass manager atau manger saja,,,,
 
3. Menghormati Sistem
semua proses yang terdokumentasi harus dijalankan sesuai dengan apa yg sudah dituliskan dalam dokumen tersebut, Tidak ada jalan pintas atau dijalankan tidak mengikuti prosedur, agar wibawa system tetap terjaga, wah kalau gitu proses ga jalan, kalau tidak ada si anu, nanti bagaimana ?? repot nih,,,,,,!!! hmmmm , kalau kita baca uraian yang diatas, pada saat design system ini harus benar kan??  maka apapun sebaiknya dituliskan di dalam prosedur misalnya pengecualian, keaadaan khusu, emergency, dll,,,, mudah kan?? atau bisa juga memakai surat sakti : Note dari orang yang akan bertanggung jawab apabila output tidak sesuai karena melanggar persyaratan dokumen.
 
4. Improvement
tidak ada satu system manajemen yang tidak menetapkan improvement sebagai tujuannya, maka seharusnya perusahaan akan selalu mendapatkan improvement apabila PDCA dijalankan dengan benar Plan = Rencana, Do = Melakukan Yang direncanakan, Check = Pengecekan dan Monitoring, Act= Action / Tindakan apa yang akan dilakukan, satu cycle ini harus bisa mendatangkan peningkatan / Improvement, pelajaran apa yang bisa dipetik dari proses sebelumnya, dan apa yang bisa di standardkan?? apa yang bisa ditingkatkan ?? baik dari segi kuantitas, kualitas, waktu,,,,,,
semoga bermanfaat …….
konsultasi dan Training ISO 9001,14001, OHSAS 18001,,,,,,
www.konsultant-iso.com email: budi_wibowo_bb@yahoo.com   HP 0812 10 9 10 329
Sertifikasi ISO antara Tuntutan Bisnis, Birokrasi Kerja dan Biaya
6/27/2014 2:45:24 AM
Apa syaratnya harus Bersertifikasi ISO ?? waduh mendengar suara telpon dari calon customer atau klien yang mensyaratkan suatu perusahaan kita harus mempunyai sertifikat iso untuk bisa menjadi rekanan, ikut tender, dll, memang cukup membuat kalang kabut.
apa yang terpikir oleh owner perusahaan atau management perusahaan ? kenapa ini harus menjadi syarat? bukankan kita telah bergerak dibidang ini bertahun tahun ? lalu apa lagi yang mereka ragukan ?
ya tentu saja mereka tetap menuntut sertifikat ISO 9001, 14001, atau OHSAS 18001, karena dengan diperolehnya sertifikat ini menunjukan bahwa perusahaan tersebut telah mendapatkan pengakuan dari badan yang independence, jadi bukan pengakuan sepihak dari perusahaannya sendiri, benarkah ??? J
kalau dipikir piker berapa sih sebenarnya biaya yang diperlukan untuk ISO ini ??
mari kita lihat komponen biaya nya :
1. biaya konsultasi           : +- 25 Jt – ratusan juta (wow fantastis ya !!)
2. biaya badan sertifikasi : +- 15 Jt - ratusan juta
3. biaya karyawan tambahan : tergantung masing masing perusahaan
4. biaya operasional system ( ijin, surat-surat, dokumentasi, training dll lihat di journal sertifikat iso  
    kontraktor)
5. Biaya lain-lain, banyak sekali ya ??
besar sekali biaya yang dikeluarkan untuk proses sertifikasi iso ini ?? iya bahkan kalau anda hanya memakai badan sertifikasi yang sangat murah sekali pun tetap biaya harus keluar, artinya sangat saying kan apabila system yang sudah dibiayai dengan mahal itu didak dimanfaatkan,
sebenarnya biaya ini akan menjadi investasi masa depan perusahaan apabila organisasi mau memanfaatkan system ISO dengan baik.
nah disinilah dibutuhkan ketepatan dalam memilih mentor/ konsultan iso yang akan mendesign system di perusahaan/ organisasi baik konsultan iso manufacture atau konsultan iso kontraktor yang sudah mempunyai banyak pengalaman menangani perusahaan nasional maupun multinasional.
wah ISO terlalu banyak birokrasi ??
benarkah ?? pertanyaan …, berapakah prosedur yang wajib disediakan untuk memperoleh sertifikasi ISO 9001:2008 ? ternyata hanya 6 prosedur, lah knapa kita buat 250 Prosedur, 354 Instruksi Kerja, 150 guidelines, 678 form, dll,
haruskah sebanyak itu ?? tentu tidak karena pada prinsipnya bahwa kalau kompetensi karyawan sudah sesuai dengan standard kompetensi dibuktikan dengan hasil kerjanya yang stabil, its ok, ga perlu dibuatkan prosedur, IK, dll,,,,,
coba lihat ilustrasi “extreme berikut” anda mengunjungi dokter, kemudian dokter mengatakan bahwa anda harus disuntik, terus dokter mengambil dokumen tebal di atas lemari kerjanya, memeriksa daftar isi dan mencari Instruksi Kerja “ Cara Menyuntik”,,, dia membolak balik instruksi kerja itu dan kemudian mencocokan obat sama dosisnya berkali kali,,,,, bagaimana perasaan anda sebagai pasien, haduhh ini dokter kemarin sudah lulus blm ya??? nah kan,,, begitu juga dengan proses kerja di perushaan cukup hal-hal penting yang memang harus dibuatkan aturan yang dibuat, jumlahnya ?? tergantung besar kecilnya perusahaan dan tentunya tergantung kompeklsitas proses serta kompetensi karyawannya,,,,
birokrasi yang lain,,, misalnya mengenai pengesahan dokumen , satu SOP harus ditanda tangani oleh banyak orang, tentu saja ini akan membuat birokrasi panjang dan bertele tele, padahal di system kita dibebaskan untuk menentukan siapa yang berhak untuk menandatangani atau mengesahkan dokumen tersebut,,, atur aja dech,,, gampang kan ???
semua clausal diterapkan ??? apa harus ??? kalau kita pelajari ISO 9001:2008 misalnya, anda boleh mengecualikan klausal yang tidak berlaku klausal di organisasi anda tapi hanya terbatas di clausal 7, apabila memang tidak ada proses terkait perawatan produk karena perusahaan jasa ya kecualikan saja, kalau proses pembelian dilakukan oleh owner langsung ya kecualukan saja, gampang kan ???
Nah sudah jelas kan sekarang, menerapkan ISO tidak segitu-gitu amat kali, mudah dan gampang sekali, ndak ribet, kalau tau ilmu dan caranya,,,,
semoga bermanfaat, salam hangat ,,, budi Wibowo
Tips Praktis dan Mudah
11/27/2013 3:23:08 AM
Tips Praktis dan Mudah
Penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008
Oleh Budi Wibowo
 
 
ISO 9001:2008 adalah standard sistem manajemen mutu yang paling banyak digunakan di banyak perusahaan yang bergerak di bidang manufacture maupun jasa. Dengan Penerapan standard ini mempunyai banyak keuntungan.
 
  • Kinerja perusahaan meningkat
  • Standarisasi proses dan prosedur di dalam perusahaan
  • Membuka pasar domestic dan luar negeri
  • Efisiensi dan efektifitas perusahaan meningkat
  • Tidak bergantung pada orang perorang melainkan bergantung pada system
  • Mengembangkan karyawan internal perusahaan
  • Meningkatkan image perusahaan
  • Dll
 
Bagaimana menerapkan system manajemen mutu ISO 9001:2008 di perusahaan ? ini adalah langkah praktis dalam penerapan SMM ISO 9001:2008 di dalam suatu organisasi atau perusahaan.
 
 
1.       Bentuk Tim ISO 9001: 2008 yang terdiri dari Top Managemen, dan perwakilan masing-masing divisi/ departemen atau bagian.
2.       Buat schedule atau jadwal proyek implementasi dan sertifikasi iso 9001:2008 (umumnya dalam jangka waktu 3-5 bulan)
3.       Training Tim dan karyawan mengenai ISO 9001:2008 awarness & Interpretation (Training pengenalan ISO 9001:2008 dan interpretasinya), tersedia pelatihan-pelatihan seperti ini di banyak konsultan sistem manajemen mutu (atau bisa melihat di www.konsultant-iso.com)
4.       Menyusun Dokumentasi yang diperlukan oleh Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008, bila ingin menyusun dokumentasi sendiri silakan menunjuk beberapa orang karyawan ( anggota Tim) untuk mengikuti training ISO 9001:2008 documentation atau bisa klik di www.konsultant-iso.com
5.       Dokumen yang diperlukan terdiri atas :
a.       Manual mutu
b.      Prosedur wajib
                                                               i.      Internal audit
                                                             ii.      Pengendalian dokumen
                                                            iii.      Pengendalian Catatan Mutu
                                                           iv.      Ketidaksesuaian produk/ jasa
                                                             v.      Ketidaksesuaian tindakan perbaikan dan pencegahan
c.       Prosedur operasional
                                                               i.      Pembelian
                                                             ii.      HRD
                                                            iii.      Produksi
                                                           iv.      Desain dan Pengembangan
                                                             v.      Infrastructur
                                                           vi.      Dll
d.      Pembuatan Instruksi Kerja
e.      Pembuatan formulir
6.       Implementasi dari dokumen yang dibuat
7.       Lakukan pelatihan Audit Mutu Internal (Internal Quality Audit ) yang disediakan oleh konsultan system manajemen (www.konsultant-iso.com)
8.       Lakukan audit internal ISO 9001:2008
9.       Lakukan tindakan perbaikan dan pencegahan dari hasil temuan Internal Audit t ISO 9001:2008
10.   Lakukan Manajemen Review Meeting
11.   Audit Sertifikasi S1 oleh badan sertifikasi untuk melihat kesiapan kita secara dokumentasi
12.   Tindakan Perbaikan dan pencegahan hasil S1 audit
13.   Audit S2 untuk memperoleh sertifikat ISO 9001:2008
 
 
 
 Semoga bermanfaat……
 
Pertanyaan yang paling sering muncul saat internal audit ISO 9001:2008
11/27/2013 3:18:01 AM
PertanyaanYang Paling Sering Muncul Saat  Internal Audit ISO 9001:2008
 
 
oleh : Budi Wibowo
 
 
Banyak pertanyaan sering muncul dalam pelaksanaan internal audit, hanya kadang kita kurang memahami pola yang ada dalam typical pertanyaan internal audit, auditor biasanya menggunakan Pola PDCA dalam membuat pertanyaan seperti contoh pertanyaan pertanyaan di bawah ini :
 
PLAN
 
 
1.  Jelaskan Tentang  Kebijakan Mutu &  Sasaran Mutu ?
Pertanyaan ini sangat sering muncul karena berkaitan dengan :
a. Perencanaan Perusahaan Secara global,  untuk memastikan bahwa semua orang dalam organisasi mengetahui apa yang diinginkan organisasi berkaitan dengan Sistem Manajemen Mutu nya
b. Perencanaan Departemen/ Bagian/ Seksi, guna mengetahui apa target Departemen/ Bagian
Tersebut.
c. memastikan sampai dimana pencapaian departemen/ bagian/ seksi tersebut dan memastikan tindakan pencegahan sudah di identifikasi untuk menghindari melesetnya pencapaian target.
d. Memastikan kesadaran karyawan mengenai sistem manajemen mutu pada organisasi tersebut.
 
 
2.   Jelaskan Apa tugas dan tanggung  jawab anda
Pertanyaan ini terkait dengan Job Description, kepastian tanggung jawab dan tugas, sekaligus melihat kompetensi auditee apakah sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya, sampai dengan hirarki organisasi (Struktur Organisasi) dimana dengan siapa auditee bertanggung jawab dan siapa saja yang menjadi bagian dari departemenya. Sekaligus melihat apa kontribusi auditee bagi pencapaian sasaran mutu departemen, sasaran mutu perusahaan, dan melihat potensi hambatan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya.
 
DO
 
 
 
3.   Apakah  anda mempunyai acuan dalam menjalankan tugas & Bagaimana anda melakukan tugas ? (Acuan bisa termasuk UU, Peraturan, Manual, Prosesdur, IK, Persyaratan lain)

 
Pertanyaan ini diajukan untuk melihat apakah auditee memiliki standard­standard/ Petunjuk/ Pedoman dalam melaksanakan tugas­tugasnya. Ini adalah pertanyaan pembuka bagi auditor untuk masuk ke dalam proses kegiatan yang dilakukan oleh auditeee, melihat apakah proses tersebut sesuai dengan acuan tersebut, dan melihat potensi improvement proses yang sudah dijalankan selama ini. Termasuk di dalamya waktu penyelesaian proses, hasil yang diperoleh dan bahan / alat/ Sumber daya yang diperlukan selama proses. dan melihat ketrampilan/ kemampuan auditee dalam melakukan proses tersebut.
 
CHECK
 
 
4.   Bagaimana anda memastikan bahwa dengan proses yang sekarang, Sesuai dengan
Rencana  ?
Pertanyaan ini untuk memastikan proses monitoring berjalan, sampai dimana, mau kemana, berapa lama lagi Target akan menjadi aktual. Dan apa apa yang diperlukan untuk mencapainya. Sekaligus melakukan cek apakah hasil dari proses sesuai dengan permintaan customer dan, pertanyaan berikutnya ….
 
 
 
5.   Bagaimana jika proses/ produk/ jasa tidak sesuai dengan persyaratan ?
Pertanyan ini digunakan untuk mendapatkan gambaran apakah Ketidaksesuain telah teridentifikasi dan bagaimana menanggulanginya/ bagaiamana perlakuaan terhadap produk yang tidak sesuaia tsb.
 
ACT & IMPROVEMENT
 
 
6. Apa ada yang bisa di tingkatkan?
Pertanyaan ini untuk melihat potensi peningkatkan kinerja proses dan potensi penghematan sumber daya yang digunakan, dibandingkan dengan apa yang telah dilakukan sekarang.
 
7.        dll...
 
 
Semoga Bermanfaat :
Training, Konsultasi, ISO 9001, 14001 & OHSAS 18001
hanya di :
 
 

 
Sertifikasi ISO 9001,14001,22000,ohsas 18001, dengan biaya yang terjangkau

dan proses cepat…..
HP : 0812 10 9 10 329
6 items total





HomeServicesTraining ISO Murah Sertifikasi ISO KontraktorAlbum FotoNews and EventsArtikelContact Us