Konsultan, Training & Sertifikat ISO
November, 2013
July, 2014
Artikel
RSS
Kunci Penerapan System Manajemen (ISO 9001, 14001, OHSAS 18001, dll)
6/27/2014 2:47:39 AM
Menerapkan suatu sisitem manajemen di dalam suatu perusahaan adalah pekerjaan yang tidak mudah, meskipun kadang perusahaan telah banyak mengeluarkan biaya, waktu dan tenaga namun nyatanya system manajemen ini belum juga mendatangkan manfaat bagi perusahaan itu sendiri bahkan sering kali system yang dibangun mempersulit proses internal dengan persyaratan birokrasi yang berbelit.
bagaimana agar system yang dibangun itu bisa dipetik manfaatnya ?? ada beberapa kunci yang bisa di jalankan agar system manajemen yang diterapkan berjalan effektif.
1. Proses design system dengan benar :
ya,, sepertinya mudah membuat system berbasis ISO 9001, 14001, OHSAS 18001 , dsb, namun apakah system yang dibangun tersebut benar seperti yang dibutuhkan perusahaan dan sesuai dengan ISO ??
terkadang banyak sekali perusahaan yang mendesign system ini berdasarkan ,
a. Copy dari perusahaan lain
syah syah saja dilakukan namun apa jadinya bila semua yang dilakukan oleh perusahaan lain, kita lakukan saja, atas nama permintaan ISO, rasanya ISO tidak pernah meminta anda untuk meng Copy Persis apa yang dilakukan oleh Perusahaan lain, pada dasarnya ISO requirement itu sama tapi penerapanya pasti berbeda di setiap perusahaan, sebelum membuat suatu dokumen mengenai proses pekerjaan, ada pertanyaan mendasar yang perlu di jawab, mengapa kita harus membuat ini ?? apakah ini harus dilakukan ?? apa manfaat dari proses yang akan kita dokumentasikan ini ? kalau jawabnya memang harus dibuat dan dibutuhkan, Go A Head……
b. Membuat sendiri sebisanya
Beberapa perusahaan membuat dokumen ISO berdasarkan pemahaman mereka sendiri , semua proses di perusahaan dibuatkan dokumen, satu proses dibuat sangat lengkap, ada prosedurnya, Instruksi kerjanya, Policynya, dll, yang terkadang isi dari document tersebut saling tumpang tindih, atau bersisi hal hal yang tidak terlalu terkait dengan prose situ sendiri, wal hasil dokumen yang dibuat begitu banyak namun tidak tahu sebenarnya mana yang dijadikan acuan, atau lebih parahnya semua dokumen tidak bisa dipakai sebagai acuan, kalau sudah seperti ini pasti dokumen yang dibuat tidak akan dijadikan pegangan dalam menjalankan proses.
 
 design system sebaiknya dimuali dengan membuat flow business perusahaan, setelah itu baru tentukan area yang critical dan harus dibuatkan dokumen, setelah itu di kompire dengan requirement dari ISO, sehingga semua dokumen yang dibuat pasti ada tujuannya dan sekaligus sesuai dengan persyaratan (requirement dari ISO), di dalam pembuatan dokumen ini jangan terjebak dengan istilah semakin banyak semakin bagus…..
 
2. Kesamaan Pandangan
Penting dalam menjalankan sistem ini untuk menyamakan presepsi, pemahaman dan cara pandang semua orang/ departemen terhadap sisitem ini, niatnya adalah untuk menjalankan proses dengan benar dan konsiten, tidak ada unsur saling menyalahkan disini karena tujuannya adalah perbaikan proses yang terus menerus, maka pemahaman setiap departemen / karyawan terhadap system manajemen ini harus sama bagaimana agar pemahamannya sama, training yang memadai mengenai ISO ini kepada semua karyawan di perusahaan sesuai dengan kapasitasnya, jangan sampai training hanya sebatas spv, ass manager atau manger saja,,,,
 
3. Menghormati Sistem
semua proses yang terdokumentasi harus dijalankan sesuai dengan apa yg sudah dituliskan dalam dokumen tersebut, Tidak ada jalan pintas atau dijalankan tidak mengikuti prosedur, agar wibawa system tetap terjaga, wah kalau gitu proses ga jalan, kalau tidak ada si anu, nanti bagaimana ?? repot nih,,,,,,!!! hmmmm , kalau kita baca uraian yang diatas, pada saat design system ini harus benar kan??  maka apapun sebaiknya dituliskan di dalam prosedur misalnya pengecualian, keaadaan khusu, emergency, dll,,,, mudah kan?? atau bisa juga memakai surat sakti : Note dari orang yang akan bertanggung jawab apabila output tidak sesuai karena melanggar persyaratan dokumen.
 
4. Improvement
tidak ada satu system manajemen yang tidak menetapkan improvement sebagai tujuannya, maka seharusnya perusahaan akan selalu mendapatkan improvement apabila PDCA dijalankan dengan benar Plan = Rencana, Do = Melakukan Yang direncanakan, Check = Pengecekan dan Monitoring, Act= Action / Tindakan apa yang akan dilakukan, satu cycle ini harus bisa mendatangkan peningkatan / Improvement, pelajaran apa yang bisa dipetik dari proses sebelumnya, dan apa yang bisa di standardkan?? apa yang bisa ditingkatkan ?? baik dari segi kuantitas, kualitas, waktu,,,,,,
semoga bermanfaat …….
konsultasi dan Training ISO 9001,14001, OHSAS 18001,,,,,,
www.konsultant-iso.com email: budi_wibowo_bb@yahoo.com   HP 0812 10 9 10 329
Sertifikasi ISO antara Tuntutan Bisnis, Birokrasi Kerja dan Biaya
6/27/2014 2:45:24 AM
Apa syaratnya harus Bersertifikasi ISO ?? waduh mendengar suara telpon dari calon customer atau klien yang mensyaratkan suatu perusahaan kita harus mempunyai sertifikat iso untuk bisa menjadi rekanan, ikut tender, dll, memang cukup membuat kalang kabut.
apa yang terpikir oleh owner perusahaan atau management perusahaan ? kenapa ini harus menjadi syarat? bukankan kita telah bergerak dibidang ini bertahun tahun ? lalu apa lagi yang mereka ragukan ?
ya tentu saja mereka tetap menuntut sertifikat ISO 9001, 14001, atau OHSAS 18001, karena dengan diperolehnya sertifikat ini menunjukan bahwa perusahaan tersebut telah mendapatkan pengakuan dari badan yang independence, jadi bukan pengakuan sepihak dari perusahaannya sendiri, benarkah ??? J
kalau dipikir piker berapa sih sebenarnya biaya yang diperlukan untuk ISO ini ??
mari kita lihat komponen biaya nya :
1. biaya konsultasi           : +- 25 Jt – ratusan juta (wow fantastis ya !!)
2. biaya badan sertifikasi : +- 15 Jt - ratusan juta
3. biaya karyawan tambahan : tergantung masing masing perusahaan
4. biaya operasional system ( ijin, surat-surat, dokumentasi, training dll lihat di journal sertifikat iso  
    kontraktor)
5. Biaya lain-lain, banyak sekali ya ??
besar sekali biaya yang dikeluarkan untuk proses sertifikasi iso ini ?? iya bahkan kalau anda hanya memakai badan sertifikasi yang sangat murah sekali pun tetap biaya harus keluar, artinya sangat saying kan apabila system yang sudah dibiayai dengan mahal itu didak dimanfaatkan,
sebenarnya biaya ini akan menjadi investasi masa depan perusahaan apabila organisasi mau memanfaatkan system ISO dengan baik.
nah disinilah dibutuhkan ketepatan dalam memilih mentor/ konsultan iso yang akan mendesign system di perusahaan/ organisasi baik konsultan iso manufacture atau konsultan iso kontraktor yang sudah mempunyai banyak pengalaman menangani perusahaan nasional maupun multinasional.
wah ISO terlalu banyak birokrasi ??
benarkah ?? pertanyaan …, berapakah prosedur yang wajib disediakan untuk memperoleh sertifikasi ISO 9001:2008 ? ternyata hanya 6 prosedur, lah knapa kita buat 250 Prosedur, 354 Instruksi Kerja, 150 guidelines, 678 form, dll,
haruskah sebanyak itu ?? tentu tidak karena pada prinsipnya bahwa kalau kompetensi karyawan sudah sesuai dengan standard kompetensi dibuktikan dengan hasil kerjanya yang stabil, its ok, ga perlu dibuatkan prosedur, IK, dll,,,,,
coba lihat ilustrasi “extreme berikut” anda mengunjungi dokter, kemudian dokter mengatakan bahwa anda harus disuntik, terus dokter mengambil dokumen tebal di atas lemari kerjanya, memeriksa daftar isi dan mencari Instruksi Kerja “ Cara Menyuntik”,,, dia membolak balik instruksi kerja itu dan kemudian mencocokan obat sama dosisnya berkali kali,,,,, bagaimana perasaan anda sebagai pasien, haduhh ini dokter kemarin sudah lulus blm ya??? nah kan,,, begitu juga dengan proses kerja di perushaan cukup hal-hal penting yang memang harus dibuatkan aturan yang dibuat, jumlahnya ?? tergantung besar kecilnya perusahaan dan tentunya tergantung kompeklsitas proses serta kompetensi karyawannya,,,,
birokrasi yang lain,,, misalnya mengenai pengesahan dokumen , satu SOP harus ditanda tangani oleh banyak orang, tentu saja ini akan membuat birokrasi panjang dan bertele tele, padahal di system kita dibebaskan untuk menentukan siapa yang berhak untuk menandatangani atau mengesahkan dokumen tersebut,,, atur aja dech,,, gampang kan ???
semua clausal diterapkan ??? apa harus ??? kalau kita pelajari ISO 9001:2008 misalnya, anda boleh mengecualikan klausal yang tidak berlaku klausal di organisasi anda tapi hanya terbatas di clausal 7, apabila memang tidak ada proses terkait perawatan produk karena perusahaan jasa ya kecualikan saja, kalau proses pembelian dilakukan oleh owner langsung ya kecualukan saja, gampang kan ???
Nah sudah jelas kan sekarang, menerapkan ISO tidak segitu-gitu amat kali, mudah dan gampang sekali, ndak ribet, kalau tau ilmu dan caranya,,,,
semoga bermanfaat, salam hangat ,,, budi Wibowo
2 items total





HomeServicesTraining ISO Murah Sertifikasi ISO KontraktorAlbum FotoNews and EventsArtikelContact Us