Konsultan, Training & Sertifikat ISO
November, 2013
June, 2014
Artikel
RSS
Perubahan ISO 9001:2008 ke ISO 9001:2015 (DIS)
7/24/2014 12:57:54 AM
ISO 9001:2008 di tahun ini 2014 akan mengalami perubahan, perubahan ini karena memang setiap 5 tahun seharusnya standard ISO 9001 ini di update dan disesuaikan dengan perubahan Qulity Management, Perubahan Bisnis, Perubahan Tuntutan customer dll,  
 
untuk ISO 9001:2015 (DIS) ini akan menggunakan HLS (High Level Structure) yang terdiri dari 10 klausal, structure ini juga akan dipakai untuk Sistem Manajemen yang lain (ISO 14001:2014,dll).
dan struktur HLS tersebut adalah sbb:
Sertifikasi ISO 9001:2015
Struktur yang baru ini nantinya akan memudahkan organisasi/ perusahaan dalam melakukan integrasi sisitem manajemen (mutu, Lingkungan, K3, dsb)
aspek Term and Devinition akan lebih lengkap, karena berbeda dengan versi pendahulunya yang memisahkan term and definistion di ISO 9000, untuk versi ISO 9001:2015 (DIS) ini semua definisi akan dimasukan dalam standard ISO 9001:205, hal ini untuk lebih memudahkan organisasi dalam memahami standard.
 
ada 8 point perubahan utama dari ISO 9001:2008 ke ISO 9001:2015 (DIS) yaitu sbb:
 
 
 
 
 
 

1. Structure dan Terminology, beberapa perubahan terminology di ISO 9001:2015 (DIS ) ini adalah sbb:
·         Product à Product and Services
·         Exlusion à Tidak digunakan (Lihat annex A.4 untuk klarifikasi)
·         Documentation, record à Documented Information
·         Work Environment à Environment for the operation of process
·         Purchase Product à Externally provided product and services
·         Supplier à external Provider
 
2. Product à Product and Services
setiap kata product di dalam ISO 9001:205 (DIS) akan selalu diikuti dengan kata-kata services, hal ini semakin menegaskan bahwa ISO 9001 bukan hanya untuk perusahaan manufacture tapi juga jasa, sekaligus melihat perkembangan bisnis dewasa ini yang menunjukan bahwa produk tetap harus didukung oleh jasa pendukung yang baik.
3. Context of The Organisation
Organisasi bukan tidak hanya memperhatikan kebutuhan dan persyaratan customer tapi juga harus memperhatikan kebutuhan dan keinginan “interest party”, dan ini sebagai salah satu landasan dalam membangun sisitem manajemen mutu di dalam organisasi.
 
4. Documented  Information ( Documentation, record à Documented Information)
Istilah Dokumentasi dan record /catatan berubah menjadi informasi yang terdokumentasi, tidak ada prosedur wajib seperti yang diminta oleh ISO 9001:2008, standard ini lebih menekankan kepada  informasi yang terdokumentasi (baik berupa IK, STD, Video, Foto, catatan, dsb)
5. Risk Based  Approach
yang sangat baru di sisitem manajemen mutu ISO 9001:2015 (DIS)  ini adalah pendekatan Resiko  terhadap  kegiatan di dalam organisasi, setiap proses di dalam organisasi harus mempertimbangkan aspek resiko, walaupun ketentuan atau metode untuk penghitungan resiko diserahkan kepada organisasi masing masing.
 6. SCOPE and Aplicability
 Tidak ada spesifik klausal yang bisa di exclude, apabila proses tidak dilakukan oleh organisasi maka proses tersebut boleh tidak dilakukan dengan catatan bahwa tidak akan mempengaruhi kualitas produk/jasa yang diberikan.
 
7. Organization Knowledge
Organisasi harus membuat “knowledge management” yang menjamin bahwa “knowledge” yang dipunyai oleh organisasi tetap di manage dengan baik, sehingga bisa dimanfaatkan sampai kapanpun, hal ini tentu tetap harus disesuaikan dengan besar/kecilnya dan resiko di dalam organisasi
8. Control of externally provided product & services
·         Purchase Product à Externally provided product and services
Pembelian product di ISO 9001:2008 bisa dikecualikan namun pada ISO 9001:2015 (DIS) ini tidak dapat dikecualikan karena pergantian istilah dari barang yang dibeli menjadi barang / jasa yang disediakan oleh pihak luar (HO, Group,dll)
·         Supplier à external Provider
Istilah Supplier diganti dengan Provider Eksternal seperti yang dijelaskan terkait dengan pembelian produk diatas bahwa penyedia barang/jasa tidak harus supplier tapi bisa juga group atau kantor pusat, dll.
 
demikian sekilas penjelasan mengenai perubahan ISO 9001:2008 ke ISO 9001:2015 (DIS), untuk seminar mengenai perubahan ISO 9001:2008 ke ISO 9001:2015, dapat menghubungi kami di www.konsultant-iso.com, HP : 0812 10 9 10 329, email budi_wibowo_bb@yahoo.com
semoga bermanfaat..
 
 
salam hangat
budi wibowo
Sertifikasi ISO 9001 14001 OHSAS 18001 MLC
7/24/2014 12:52:35 AM
1. Sertifikasi ISO 9001, 14001, OHSAS 18001, MLC, dll,
Perusahaan atau organisasi yang akan melakukan sertifikasi ISO adalah perusahaan yang sudah mapan dan ingin meningkatkan produktivitas, efisiensi perusahaan sekaligus meningkatkan image perusahaan karena pada dasaranya bahwa perusahaan yang mendapatkan sertifikasi ISO tersebut mendapat pengakuan secara internasional bahwa perusahaan tersebut telah sesuai dengan persyaratan atau ketentuan terkait dengan sertifikasi ISO yang diambil,
1.1 Sertifikasi ISO 9001
misalnya saja perusahaan mensertifikasi ISO 9001 ini berati bahwa perusahaan tersebut telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan terkait dengan sisitem manajemen mutu perusahaan, artinya semua proses didalam perusahaan tersebut telah dikendalikan sehingga menjamin kualitas barang / jasa yang di produksinya, dengan diraihnya sertifikasi ISO 9001 ini maka pihak ketiga/ badan sertifikasi ISO memberikan sertifikasi yang menyatakan bahwa perusahaan itu menjalankan kaidah-kaidah ISO sehingga layak memperoleh sertifikasi ISO 9001 tersebut, cukup dengan menunjukan sertifikasi ISO 9001 tersebut maka perusahaan yang menjadi partner bisnisnya sudah cukup memahami makna dari sertifikasi ISO tersebut.
 
1.2 Sertifikasi ISO 14001
sertifikasi ISO 14001, ini menunjukan bahwa semua proses kerja dari perusahaan tersebut telah memenuhi kaidah kaidah yang dipersyaratkan oleh Sistem Manajemen Lingkungan, yang salah satu syaratnya adalah telah memenuhi semua regulasi atau undang –undang terkait lingkungan yang dikeluarkan oleh pemerintah (kementrian, perda, dsb), jadi ketika perusahaan sudah mendapatkan sertifikasi ISO 14001, maka partner bisnis, masyarakat, pemerintah sudah paham bahwa perusahaan tersebut sangat memperhatikan aspek dan dampak kegiatan usahanya terhadap lingkungan.
 
1.3 Sertifikasi OHSAS 18001
Sertifikasi OHSAS 18001, atau sistem manajemen keselamatan kerja , menunjukan bahwa perusahaan tersebut memperhatikan spek aspek keselamatan kerja bagi karyawannya, segala potensi resiko dan bahaya telah diidentifigasi, tindakan mitigasi telah dibuat untuk mecegah berbagai resiko dan bahaya di dalam perusahaan selain itu perusahaan juga sudah memenuhi peraturan terkait dengan keselamatan dan kesehatan kerja, dengan sertifikasi iso 18001 ini, maka masyarakat, rekan bisnis, pemerintah, dll mengetahui bahwa perusahaan tersebut sangat memperhatikan aspek keselamatan kerja di dalam lingkungan perusahaan.
 
1.4 Sertifikasi MLC
Sertifiksi MLC lebih menunjukan bahwa organisasi tersebut telah memenuhi standard pelayaran internasional dan sangat memperhatikan hak-hak pelaut, sehingga kesejahteraan dan keselamatannya terjamin, dan dipastikan di dalam kontrak kerja mereka, termasuk di dalamnya adalah diatur mengenai, asuransi, akses informasi, keselamatan kerja, dll.
 
 
1.5. Memilih badan sertifikasi ISO
Terkadang sulit sekali bagi perusahaan untuk menentukan badan sertifikasi mana yang tepat bagi organisasinya, hal ini terkadang menjadi dilemma yang tidak kunjung selesai, atau bahkan organisasi menyerahkan saja kepada konsultan mereka,
ketika memilih badan sertifikasi ISO perlu di perhatikan aspek-aspek sebagai berikut.
vAkreditasi badan sertifikasi, darimanakah akreditasi badan sertifikasi itu berasal, (UKAS, JAZ-ANZ, dll) dan pastikan bahwa benar badan sertifikasi tersebut terdaftar pada badan akreditasinya.
vKemudahan akses informasi, badan sertifikasi tersebut mudah dihubungi, dan anda bebas menanyakan berbagai hal terkait dengan proses sertifikasi iso yang sedang berproses di perusaaan anda, mereka cepat menanggapi berbagai pertanyaan/ advise dari anda untuk kelancaran proses sertifikasi ISO.
vMempunyai Auditor yang berpengalaman menangani bisnis yang terkait dengan usaha anda, dengan demikian anda akan mendapat banyak bnefit dari advise sang auditor berdasarkan pengalaman kerjanya.
vsebenarnya ada beberapa benefit yang bisa didapatkan dari negosiasi dengan badan sertifikasi ini, yang seharusnya bisa didapatkan oleh perusahaan, namun karena kurangnya pemahaman mengenai hal ini, terkadang perusahaan tidak mendapatkan benefit tersebut,
vuntuk proses negosiasi dengan badan sertifikasi anda bisa meminta bantuan konsultan iso agar anda mendapatkan benefit yang maksimal.
 
Namun semua itu kembali berpulang ke organisasi/ perusahaan masing masing apakah mau menerapkan semua system manajemen dengan baik dan benar sehingga sertifikat ISO yang di dapat benar benar membuktikan kehandalan perusahaan dalam aspek manajemen mutu, lingkungan atau keselamatan dan kesehatan kerja, atau hanya selembar kertas keterangan yang seolah olah menunjukan bahwa perusahaan telah memenuhi persyaratan ISO sesuai sertifikasi ISO yang diraih,
atau minimal anda mendapatkan sertifikasi ISO dan terus berusaha memenuhi kaidah kaidah yang dipersyaratkan oleh sisitem manajemen mutu, lingkungan atau K3 tersebut,,,,,
semoga bermanfaat
konsultasi , Training dan pengurusan Sertifikasi ISO silahkan hubungi kami konsultan ISO
di HP 0812 10 9 10 329, email budi_wibowo_bb@yahoo.com
 
 
2 items total





HomeServicesTraining ISO Murah Sertifikasi ISO KontraktorAlbum FotoNews and EventsArtikelContact Us